Blog LPK Prima Buana Indonesi

Tim vokasi Kab. Bekasi monev di kawasan Lippo Cikarang.

IMG20170731144403

20 orang yang hadir pada acara monitor dan evaluasi tim vokasi kab. Bekasi terdiri dari unsur pemerintah daerah dalam hal ini Disnaker, kadisnaker dan 3 orang stafnya, ketua Apindo kab. Bekasi, ketua kadin kab. Bekasi, ketua bidang LPK vokasi kab. Bekasi dan perwakilan dari LPK (LPK PBI dan LPK AHM) dan beberapa perwakilan dari perusahaan yang ada di kawasan Lippo Cikarang. Hari Senin 31 Juli 2017.Acara monev diadakan dikantor pengelola kawasan Lippo Cikarang, di gedung easton lantai 3, kab. Cikarang.


Berawal dari acara Launching Pemagangan oleh Mentri Tenaga Kerja tanggal 26 April 2017 di Aula Pemda Kab. Bekasi. Pada acara itu telah dicanangkan bahwa dalam rangka mendukung dan merealisasikan Permennaker nomor : 36 tahun 2016, bahkan dihadiri oleh bupati kab. Bekasi, telah melepas 1000 calon siswa pemagangan lebih untuk mengikuti program tsb. Namun pada pelaksanaannya seolah tidak ada kelanjutannya,
Padahal seperti yang dikatakan Kadisnaker kab. Bekasi bahwa Kab. Bekasi merupakan salah satu daerah pilot project selain Kerawang untuk menjadi daerah pelaksana PERMENAKER no. 36/2016 ini. Selain iitu kita semua seperti memegang tanggung jawab amanah yang segera harus dilaksanakan dari pemerintah pusat.

“kemudian ini menjadi beban sosial, dimana seperti semua ketahui bahwa lulusan SMK/A tiap tahunnya jauh lebih besar dari daya tampung lowongan pekerjaan itu sendiri, nah bagaimana cara kita menanggulangi hal itu? disinilah perlunya kebersamaan dari semua unsur termasuk aerikat buruh, janganlah beranggapan bahwa program ini dilihat sebagai hal yang negatif, apalagi sampai mengatakan bahwa program ini seperri outshorsing terselubung”, lanjut pak Kadisnaker lagi.
“Harapan saya dalam 5 bulan ini semuanya sudah ter progres, dan program ini akan terus kita lakukan sepanjang PERMENAKER belum dicabut”, lanjut kadis yang dalam waktu dekat akan menikahkan putranya ini.


Sutomo selaku ketua Apindo Kab. Bekasi sekaligus penggagas acara monev ini mengatakan bahwa sangat simple sekali kalau perusahaan mau menjalan atau menggunakan siswa pemagangan, seperti yang dilakukan kawasan Ejip, mereka mengkolek siapa saja perusahaan yang berniat memanfaatkan tenaga siswa pemagangan ini, serahkan pada kami. Permasalahan trainingnya serahkan ke LPK. “LPK Prima Buana Indonesia yang sudah bersertifikat ISO 9001 misalnya”, sambung Sutomo.
Dari hasil monitor ini terlihat sebagian besar perusahaan yang hadir pada umumnya belum memahami visi dan misi dari program pemagangan ini.


Ulfa misalnya, belum melaksanakan program ini, “saya pikir dengan menggunakan siswa untuk PKL adalah bagian dari program ini”, ujar perwakilan dari PT. Mitra Tama ini. Begitu juga dengan perusahaan-perusahaan yang lain dengan nada yang sama menanyakan hal-hal yang sering kali diterangkan oleh pihak Disnaker maupun pihak lain. “tolong jangan itu-itu lagi yang ditanyakan, coba browsing tentang PERMENAKER nomor 36/2016, pelajari dari situ, mudahka? Himbau pak Kadisnaker agak kesal.

Sementara Ita selaku pengelola dari kawasan Lippo Cikarang mengatakan permohonan maaf kepada pihak Disnaker atas ketidakseriusan pihak perusahaan yang ada di kawasan lippo cikarang selama ini, “semoga kedepan kami akan lebih proaktif menyikapi setiap instruksi dari pihak Pemda dalam hal ini Disnaker Kab. Bekasi”, lanjut Ita.
Sementara Aji Tarmuji, ST dari LPK Prima Buana Indonesia sekaligus ketua bidang LPK vokasi kab. Bekasi mengatakan, “semua unsur yang terkait harus komit dengan PERMENAKER no. 36/2016 ini, perusahaan bisa melakukan sendiri pelatihannya kalau sudah mempunyai Unit Pelatihan Kerja (UPK), kalau belum harus bekerja sama dengan LPK yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan dan lebih baik lagi yang sudah bersertifikasi ISO. Kami mengeluarkan sertifikat pelatihan setelah siswa mengikuti pelatihan yang 25%, dan bersama dengan perusahaan kami mengeluarkan juga sertifikat pemagangan bila siswa dinyatakan lulus.”, lanjut bang Aji, panggilan akrab yang juga Sekjend Ko-Wappi ini.
Pihak Kadin menjelaskan bahwa jangan menganggap adanya pemagangan ini sebagai hambatan, justru ini adalah peluang untuk solusi menghemat biaya perusahaan, pendampingan dari perusahaan untuk siswa magang dilakukan oleh orang dalam perusahaan yang dianggap ahli dibidangnya, PKL bukan bagian dari program pemagangan ini. “kami siap memberi pelatihan kepada perusahaan yang berniat melatih karyawannya bagaimana pendampingan aeharusnya” ujar ketua kadin. HDN

KETUA APINDO KAB.BEKASI BAPAK SUTOMO, KETUA KAWASAN EJIP CIKARANG DAN DIREKTUR LPK PBI AJI TARMUJI ,MENGADAKAN MONITORING PEMAGANGAN BERSAMA PERUSAHAAN DI KAWASAN EJIP CIKARANG.

top

Lpk pbi news, Cikarang – Dalam rangka mendukung dan mengawal Peraturan Mentri Tenaga Kerja nomor 36 tahun 2016 Tentang Pemagangan system pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu antara lembaga pelatihan kerja dengan perusahaan dibawah pengawasan bimbingan langsun oleh instruktur atau oleh pekerja yang lebih berpengalaman dalam proses produksi barang dan jasa di perusahaan dalam rangka peningkatan kompetensi dan menguasai keterampilan tertentu dengan standar khusus , Pengelola kawasan EJIP Cikarang mengadakan rapat konsolidasi dengan perusahaan-perusahaan yang telah /atau akan menggunakan tenaga pemagangan ,  Tim vokasi kabupaten Bekasi, perwakilan dari APINDO dan Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Ketenagakerjaan Kab.Bekasi serta beberapa perwakilan dari Lembaga Pelatian Kerja yaitu dari LPK Prima Buana Indonesia dan LPK Anugrah Harapan Mitra.

20292916_1593490400685430_1320795269509298930_n

Rapat konsolidasi tersebut diselenggarakan pada hari jum’at tanggal 21 Juli 2017 bertempat di kantor pengelola kawaasan EJIP cikarang. Beberapa undangan yang hadir diantaranya adalah Bapak Sutomo dari APINDO, ketua kawasan EJIP Bpk Yosminaldi, Direktur LPK PBI Bang Aji Tarmuji .

Bpk Yosminaldi selaku ketua kawasan EJIP cikarang dalam membuka acara rapat tersebut melaporkan bahwa  sebanyak 15 perusahaan di kawasan EJIP telah menjalankan program pemagangan yang berjumlah 284 siswa pemagangan dan akan terus bertambah.

Bpk Sutomo,”saya bagian yang ngorak-ngorak tuh, biar anak-anak itu cepat tersalurkan ke perusahaan untuk segera magang, sampe saat ini , boro-boro..”. Pasca deklarasi pencanangan program pemagangan di aula pemda kabupaten Bekasi yang telah tergalang siswa pemagangan sebanyak 1000 calon pemagangan pada bulan mei 2017, tidak ada keseriusan dari pihak Disnaker Kab.Bekasi untuk menindak lanjuti. “lihat aja..ada ga perwakilan dari Disnaker yang hadir sekarang? Lanjutnya.

Aji Tarmuji,ST direktur LPK PBI menerangkan :”sejak pertama kami dari piak LPK mengusulkan bila mereka (peserta siswa dalam acara deklarasi) belum mateng alias masih mentah, serahkan ke LPK-LPK untuk dilatih K3, 5S/R, skill DLL, sebelum ditempatkan ke Perusahaan-perusahaan”.

Bpk Eman perwakilan dari PT.MECOINDO dengan nada kesal mengatakan bahwa pihak Disnaker tidak siap manakala pihaknya meminta data-data siswa pemagangan pada acara tsb, hanya dijanjikan terus padahal niat kami tulus membantu pemerintah dalam hal ini pihak disnaker kabupaten Bekasi.

20229268_1593490914018712_5314114118429996025_n

Dengan kata lain terkesan bahwa baik acara deklarasi maupun 1000 siswa yang didatangkan entah dari mana itu, hanya isapan jempol pemerintah daerah dalam hal ini  Disnaker Kab.Bekasi. untuk sekedar memeriahkan acara seremonialnya saja, tanpa ada tindak lanjutnya. HDN

 

5 Fakta soal Iklim dan Perekrutan Tenaga Kerja di Asia Tenggara

Liputan6.com, Jakarta – Ketika generasi orang tua kita dan orang tua mereka sebelumnya hidup di zaman yang keamanan kerja adalah prioritas nomor satu. Selain itu para pekerja diharapkan untuk mematuhi aturan tanpa bertanya, sekarang ini bukanlah zamannya lagi untuk hal tersebut.

039578800_1425265700-happy-with-more-work

Umat manusia di zaman lainnya tidak pernah mendapatkan akses informasi seperti yang kita miliki saat ini. Penyebaran media sosial dan konten digital membuat kita terus mendapatkan informasi akan perkembangan dan tren global terkini dalam satu langkah. Kita membuat para perekrut untuk mempunyai standar yang lebih tinggi sekarang, karena kita bisa.

Sebagaimana dijelaskan dalam Deloitte 2017 Global Human Capital Trends Report: Talent Acquisition, “Bagian tenaga kerja dan perekrutan menghadapi tekanan besar. Kekurangan jumlah tenaga kerja dan kemampuan ahli sedang menyebar luas.

Para pekerja menuntut adanya jenis karier dan model karier yang baru. Apalagi teknologi dan inovasi – termasuk kognitif, kepandaian buatan, kolaborasi sosial, kumpulan orang, dan sharing ekonomi – sedang membentuk kembali ketenagakerjaan”.

Yang menjadi masalahnya adalah fakta, para pekerja tidak hanya mengharapkan kompensasi finansial yang lebih baik saat ini. Mereka juga sedang mencari organisasi-organisasi dengan nilai-nilai yang sesuai, keseimbangan pekerjaan dan hidup, pekerjaan yang punya arti, otonomi kreatif, dan banyak lagi.

Akan tetapi bagaimana tepatnya hal ini mempengaruhi iklim perekrutan di Asia Tenggara? Berikut adalah 5 fakta yang Anda perlu tahu, seperti dikutip dari jobstreet, Jumat (30/6/2017):

1. Transformasi digital terus mengendalikan perekrutan

Mendukung kajian Deloitte di atas, The Star melaporkan “Transformasi digital di berbagai industri di Asia Tenggara akan terus mengendalikan perekrutan pada 2017”.

Laporan ini menyoroti rangkaian kemampuan yang paling banyak diminta yaitu “big data, komputasi awan, DevOps, analisa, perdagangan elektronik, keamanan cyber, dan teknologi keuangan atau financial technology (fintech)”.

Faktor-faktor yang berkontribusi untuk aktivitas perekrutan yang sehat di wilayah Asia Tenggara termasuk “pertumbuhan ekonomi yang kuat, kepercayaan bisnis yang meningkat, dan lebih banyaknya perusahaan internasional yang bergerak di wilayah tersebut”.

2. Kandidat pekerja selalu mencari ada kesempatan karier baru

Dalam suatu kajian terbaru dalam tren perekrutan di Asia tenggara oleh JobStreet.com dan JobsDB (Recruitment Trends in Southeast Asia by JobStreet.com and JobsDB), lebih dari 8.000 calon pekerjadari Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam diminta untuk membuat peringkat persetujuan dan ketidaksetujuan mereka akan pernyataan berikut: “Saya tidak punya rencana meninggalkan pekerjaan dan perusahaan saya saat ini di tahun yang akan datang”.

Mungkin tidaklah mengejutkan, semua kandidat dengan suara bulat setuju dengan pernyataan tersebut, sedangkan hampir semua responden menunjukkan minat yang besar untuk “secara aktif memonitor dan memindai bursa kerja” pada 2017.

Tenaga Kerja yang Paling Dicari

3. Prioritas perekrutan dari para perekrut

Dalam kajian yang sama oleh JobStreet.com dan JobsDB, hampir 3.000 perekrut dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam diminta untuk mengidentifikasi prioritas perekrutan pada 2017 dari sebuah daftar yang tersedia.

Di Indonesia dan Malaysia, mayoritas perekrut memilih “mengganti dan mengisi posisi penting” sebagai prioritas perekrutan nomor satu, dengan “memperluas dan mempekerjakan lebih banyak orang” untuk urutan kedua tertinggi.

Sementara mayoritas pekerja di Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam memilih “memperluas atau mempekerjakan lebih banyak orang” sebagai prioritas tertinggi mereka pada 2017. Kecuali Singapura, tiga negara lainnya dalam kelompok ini memilih “mengganti dan mengisi posisi penting” sebagai prioritas tertinggi kedua.

4. Tenaga kerja yang paling dicari oleh para perekrut

Ketika ditanyai posisi apa yang paling sulit untuk diisi, mayoritas perekrut di Indonesia, Malaysia, dan Filipina setuju supervisor dan spesialis adalah posisi tersulit untuk diisi, sedangkan perekrut dari Singapura dan Thailand menemukan posisi junior adalah posisi tersulit untuk diisi. Vietnam, di lain sisi, mempunyai kesulitan terbesar untuk merekrut manajer.

5. Para perekrut perlu untuk menciptakan sebuah brand ketenagakerjaan digital

Sebagaimana bagian Perolehan Tenaga Kerja (Talent Acquisition) dari Laporan Deloitte akan Tren Modal Manusia Global 2017 (Deloitte 2017 Global Human Capital Trends Report) tunjukkan, para perekrut perlu untuk:

“Menciptakan sebuah brand ketenagakerjaan digital: segala sesuatu yang sebuah organisasi lakukan dalam dunia yang terhubung secara sosial dan digital mempengaruhi keputusan kandidat untuk bekerja di sana. Pastikan Anda memonitor dan meluruskan pesan melalui situs-situs dan pengalaman-pengalaman

Hal ini membawa kita kembali kepada pesan di awal artikel ini kalau membuat para perekrut untuk mempunyai standar yang lebih tinggi sekarang, karena kita bisa.

Jika organisasi-organisasi ingin untuk menjaga daya saing dan efisiensi operasional mereka, mereka akan perlu untuk terus menyesuaikan dengan transformasi digital yang ada di sekitar kita.

Deloitte juga mengimbau para perekrut untuk “memperluas dan menambah saluran sumber ketenagakerjaan” dengan membuka saluran-saluran tenaga kerja untuk sumber non-tradisional, termasuk paruh-waktu, pekerja lepas, dan pekerja musiman.

Waktu terus berubah, dan para perekrut perlu untuk merangkul revolusi digital untuk tetap bersaing sebagai seorang perekrut, apalagi sebagai suatu bisnis. Akan tetapi, para pekerja dan kandidat pekerja sebaiknya tidak cepat merasa puas, terus menyesuaikan dengan peralatan teknologi dan tren terkini merupakan hal yang paling penting sekarang lebih dari sebelumnya.

Agustina Melani

Menaker: Temukan Cara Baru untuk Bekerja Lebih Baik

lpk pbi news – Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menyerukan kepada seluruh pegawai di Kementerian Ketenagakerjaan agar menjadikan spirit Ramadan dan Idul Fitri sebagai pendorong untuk bekerja lebih baik dan berprestasi untuk Indonesia.

009858600_1499075436-Menaker_Temukan_Cara_Baru

Dia mengingatkan sebagai aparat sipil negara, semua tugas adalah penting. Oleh karenanya tugas tak boleh dikerjakan sekadarnya atau biasa-biasa saja.

“Tugas harus dijalankan dengan penuh dedikasi dan integritas. Temukan cara-cara baru untuk bisa bekerja lebih baik. Buat terobosan agar pekerjaan lebih cepat dan makin dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” kata Menteri Hanif saat memberi sambutan pada acara halal bihalal di jajaran Kemnaker sekaligus menandai hari kerja perdana usai cuti lebaran, Senin, 3 Juli 2017.

“Kata orang bijak, if your desire is for good, the people will be good. Kehendak baik akan melahirkan hal baik”.

Menaker juga mengutip ungkapan yang mengatakan, jika ingin berjalan cepat, jalanlah sendiri. Jika ingin berjalan jauh, jalanlah bersama-sama.

Namun menurut Menaker, saat ini keadaan menuntut pemerintah untuk berjalan lebih cepat dan lebih jauh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, soliditas, sinergi dan inovasi menjadi kunci agar kita bisa berjalan lebih cepat dan sekaligus lebih jauh.

Acara halal bi halal diikuti seluruh pegawai di lingkungan Kemnaker dikemas seperti pasar rakyat. Halaman kantor dimeriahkan dengan kehadiran stan beraneka ragam jajanan tradisional. Usai saling bersalaman saling memaafkan, hadirin dapat dinikmati aneka sajian secara gratis. Seperti lontong sayur, soto Lamongan, mi kangkung, mi ayam, bakso, rujak, aneka gorengan, nasi goreng, wedang jahe, jenang, pisang rebus dan aneka jajan pasar lainnya.

admin

Lokasi / Peta

pet...

Jl.amir hamzah Kp.Pegadungan Kel.Sertajaya Kec.Cikarang Timur Kab.Bekasi

Telp. (021) 2948 1024 / 0851 0717 8989 – aji tarmuji

0882 1160 0452 – Hadiyan

Lembaga

Featured Content

This is a featured content post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post.

Featured Content

This is a featured content post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post.

Featured Content

This is a featured content post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post.

Blog post title

This is an additional placeholder post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.