Sesi praktek sambil jalan-jalan.

IMG20170914160436.jpg

Waktunya jalan-jalan

Sebanyak 28 peserta OUT CLASS ENGLISH TRAINING bagi aparatur dilingkungan Dinas Tenaga Kerja Kab.Bekasi yang diselenggarakan oleh LPK PRIMA BUANA INDONESIA bersiap mengikuti sesi jalan-jalan dalam rangka praktek pembuatan berita singkat dalam bahasa inggris, didampingi tim panitia termasuk 3 instruktur.
Rencana perjalanan praktek ini mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Garut.

 

LPK PRIMA BUANA INDONESIA DAN SMK MITRA INDUSTRI DIUNDANG ILO – ORGANISASI BURUH INTERNASIONAL- MEMBAHAS PROGRAM PEMAGANGAN.

IMG_0465-1-.JPG

Organisasi Buruh Internasional (bahasa Inggris: International Labour Organization, disingkat ILO) adalah sebuah wadah yang menampung isu buruh internasional di bawah PBB. ILO didirikan pada 1919 sebagai bagian Persetujuan Versailles setelah Perang Dunia I. Organisasi ini menjadi bagian PBB setelah pembubaran LBB dan pembentukan PBB pada akhir Perang Dunia II.
Dengan Deklarasi Philadelphia 1944 organisasi ini menetapkan tujuannya. Sekretariat organisasi ini dikenal sebagai Kantor Buruh Internasional dan ketuanya sekarang adalah Guy Rider. ILO menerima Penghargaan Perdamaian Nobel pada 1969.Indonesia menjadi anggota ILO pada tanggal 11 Juni 1950

IMG20170823152735.jpg

LPK Prima Buana Indonesia diundang mewakili LPK-LPK di Indonesia, Aji Tarmuji, ST selaku Direktur datang Lansung memenuhi undangan bersama staf marketing nya. Undangannya yang lain adalah dari pihak sekolah kejuruan dari SMK Mitra Industri yang berkedudukan di kawasan MM2100 Cibitung, Darwoto selaku Pejabat di SMK MI juga sudah hadir, selain itu ibu Iis selaku Kepada Sekolah juga hadir yang sekaligus mewakili pihak kawasan MM2100 , yaitu dari PT. Jotun.
Pembahasan dilakukan di ruang rapat SMK Mitra Industri pada hari Rabu 23 Agustus 2017 pukul 15.30 berakhir pada pull 16.30 WIB, dengan dihadiri oleh 6 orang Terdiri dari perwakilan ILO, Prof. Erica Smith dan Teddy Gunawan, dari SMK Mitra Industri, Darwoto dan Ibu Lispiyatmini yang biasa dipanggil Bu lis saja, sedangkan dari LPK Prima Buana Indonesia, Aji Tarmuji selaku Direktur dan Mr. Hadiyantara,staf marketing.

Prof. Erica Smith selaku perwakilan yang ditugaskan Oleh ILO untuk mengetahui sampai Dimana perkembangan dari program pemagangan nasional ini. Seberapa besar efektifitasnya pada kepentingan rakyat Indonesia khususnya para pencari kerja pemula . Dalam menjalani tugas ini Prof. Erica Smith dibantu staf ILO Kantor perwakilan Indonesia, yaitu Teddy Gunawan yang bertugas sebagai Programmer Officer di Kantor ILO Jakarta.

Ibu Lis dari pihak SMK MI ber- presentasi tentang Program Kurikulum dan kegiatan belajar yang sudah dan Akan dilaksanakan. Dengan Bahasa Inggris yang lugas dan lancar Beliau menerangkan, dibantu Darwoto salah satu pengurus kawasan MM2100.
Dari sikap dan tanggapan yang diperlihatkan, Prof. Erica Smith sangat senang Dan antusias Bahwa program pemagangan ini wajib dipertahankan dan dikembangkan, setelah Aji Tarmuji menerangkan program pemagangan secara detail.
Selesai tanya jawab dan bahas membahas tentang program pemagangan, dilanjutkan dengan meninjau langsung kegiatan belajar siswa-siswi SMK Mitra Industri. hdn

Monitor dan evaluasi (Monev) Program Pemagangan National Oleh vokasi bidang LPK bersama Disnaker Kab.bekasi di kawasan Jababeka Bekasi.

IMG20170821154102Hotel President executive Club, Jababeka Cikarang .
15 orang yang datang menghadiri rapat monev pemagangan di kawasan Jababeka pada hari Senin 21 Agustus 2017 di Hotel President Executive Club kawasan Jababeka Jl. Niaga raya  Capitol Business District Kota Jababeka, cikarang – Bekasi 17550. Mewakili peruaahaan masing- masing, termasuk 5 orang yang Mewakili Disnaker Kab. Bekasi dan 2 orang dari Vokasi bidang LPK dan dari LPK Prima Buana Indonesia.


Seperti halnya monev-monev di kawasan lain hal yang masih menjadi kendala adalah kurangnya pemahaman mereka tentang visi Dan misi dari program pemagangan yang dicanangkan /launching oleh pemerintah Jokowi pada 23 December 2016 di karawang. Sehingga perusahaan masih maju mundur untuk segera melaksanakan program ini. Seperti yang diungkapkan ibu Vega pengelola Jababeka, “kami mau saja melaksanakan program pemagangan ini hanya untuk membantu Disnaker dalam hal penempatan siswa pemagangan yang sudah digalang oleh pihak Disnaker saja, kami tidak mau berurusan dengan LPK Atau semacamnya karena kami menganggap ini adalah “outshorching gaya baru”, cetus Bu vega berapi-api.
Aji Tarmuji, ST selaku perwakilan dari Tim Vokasi kab. Bekasi bidang LPK mengatakan, “Perusahaan boleh melakukan Pelatihan sendiri tanpa didampingi LPK bag yang sudah memiliki UPK (unit Pelatihan kerja), bagi perusahaan yang tidak mempunyai UPK wajib bekerjasama dengan LPK yang mempunyai standarisasi khusus, untuk menjamin kualitas dari lulusan LPK Itu sendiri, untuk lebij memahami visi dan misi program pemagangan ini silahkan baca PERMENAKER no. 36/2016”, jelas Aji Tarmuji yang juga sebagai Direktur LPK Prima Buana Indonesia.
Lastri dari PT. Soa mempertanyakan soal data base yang ada di Disnaker, “biar kami yang melakukan test di perusahaan kami, agar meringankan tugas disnaker”, cetus Bu Lastri menambahkan.
Pada umumnya yang menjadi kendala mengapa perusahaan-perusahaan Itu belum Berni melaksanakan program ini adalah tidak adanya Silabus dari Disnaker, menjaga stabilitas Keamanan terutama dari pihak management kantor sebelah (Serikat Buruh-red), tidak adanya koordinasi dengan pihak Disnaker Dan LPK.
“yang mereka (pihak PT) pertanyakan Sebenarnya Akan terjawab, bila saja mereka mengikuti alur yang Sebenarnya, ” ujar Aji Tarmuji. “Sebab itu semua sudah ada dalam MOU (Surat perjanjian) sebagai salah satu layanan dari LPK Itu sendiri termasuk pelaporannya ke Disnaker “,tambah Aji Tarmuji.
Bpk. Sulaeman selaku perwakilan dari Disnaker menjelaskan Bahwa data base dapat diminta ke Disnaker.”Dan kalau perlu adakan test secara massal di Disnaker,yaitu dengan model satu pintu”,tambah bpk. Julie Suhartono menimpali rekannya dari Disnaker Kab. Bekasi.
Ibu Vega dari pengelola Kawasan Jababeka memberikan usul agar permintaan masalah siswa pemagangan ini dihayer / dipool Oleh pihak kawasan Jababeka, kemudian diserahkan ke Disnaker untuk ditindaklanjuti.


Pada kesempatan tersebut, Ricki salah seorang perwakilan dari Disnaker menyampaikan pesan dari kadisnaker, yang mempertanyakan follow Up dari program pemagangan, sejauh mana pihak kawasan Jababeka menjalankan program ini. Disamping Itu kadisnaker menekankan agar perusahan-perusahaan menjalankan program ini dengan menta’ati semua Sesuai dengan Peraturan-peraturan yang berlaku. Sebelum acara ditutup oleh Bu Ratna, selaku sekdisnaker, Ricky melanjutkan dengan pendataan perusahaan yang sudah Dan belum melaksanakan program pemagangan ini. Dari 37 Perusahaan yang tercatat dilaporan, hanya 4-5 perusahaan yang sudah melaksanakan program ini.hdn

 

 

 

 

Laporan bidang lpk vokasi kab. Bekasi

top

20 orang yang hadir pada acara monitor dan evaluasi tim vokasi kab. Bekasi terdiri dari unsur pemerintah daerah dalam hal ini Disnaker, kadisnaker dan 3 orang stafnya, ketua Apindo kab. Bekasi, ketua kadin kab. Bekasi, ketua bidang LPK vokasi kab. Bekasi dan perwakilan dari LPK (LPK PBI dan LPK AHM) dan beberapa perwakilan dari perusahaan yang ada di kawasan Lippo Cikarang. Hari Senin 31 Juli 2017.Acara monev diadakan dikantor pengelola kawasan Lippo Cikarang, di gedung easton lantai 3, kab. Cikarang.


Berawal dari acara Launching Pemagangan oleh Mentri Tenaga Kerja tanggal 26 April 2017 di Aula Pemda Kab. Bekasi. Pada acara itu telah dicanangkan bahwa dalam rangka mendukung dan merealisasikan Permennaker nomor : 36 tahun 2016, bahkan dihadiri oleh bupati kab. Bekasi, telah melepas 1000 calon siswa pemagangan lebih untuk mengikuti program tsb. Namun pada pelaksanaannya seolah tidak ada kelanjutannya,
Padahal seperti yang dikatakan Kadisnaker kab. Bekasi bahwa Kab. Bekasi merupakan salah satu daerah pilot project selain Kerawang untuk menjadi daerah pelaksana PERMENAKER no. 36/2016 ini. Selain iitu kita semua seperti memegang tanggung jawab amanah yang segera harus dilaksanakan dari pemerintah pusat.
“kemudian ini menjadi beban sosial, dimana seperti semua ketahui bahwa lulusan SMK/A tiap tahunnya jauh lebih besar dari daya tampung lowongan pekerjaan itu sendiri, nah bagaimana cara kita menanggulangi hal itu? disinilah perlunya kebersamaan dari semua unsur termasuk aerikat buruh, janganlah beranggapan bahwa program ini dilihat sebagai hal yang negatif, apalagi sampai mengatakan bahwa program ini seperri outshorsing terselubung”, lanjut pak Kadisnaker lagi.

IMG20170731144403
“Harapan saya dalam 5 bulan ini semuanya sudah ter progres, dan program ini akan terus kita lakukan sepanjang PERMENAKER belum dicabut”, lanjut kadis yang dalam waktu dekat akan menikahkan putranya ini.
Sutomo selaku ketua Apindo Kab. Bekasi sekaligus penggagas acara monev ini mengatakan bahwa sangat simple sekali kalau perusahaan mau menjalan atau menggunakan siswa pemagangan, seperti yang dilakukan kawasan Ejip, mereka mengkolek siapa saja perusahaan yang berniat memanfaatkan tenaga siswa pemagangan ini, serahkan pada kami. Permasalahan trainingnya serahkan ke LPK. “LPK Prima Buana Indonesia yang sudah bersertifikat ISO 9001 misalnya”, sambung Sutomo.
Dari hasil monitor ini terlihat sebagian besar perusahaan yang hadir pada umumnya belum memahami visi dan misi dari program pemagangan ini.
Ulfa misalnya, belum melaksanakan program ini, “saya pikir dengan menggunakan siswa untuk PKL adalah bagian dari program ini”, ujar perwakilan dari PT. Mitra Tama ini. Begitu juga dengan perusahaan-perusahaan yang lain dengan nada yang sama menanyakan hal-hal yang sering kali diterangkan oleh pihak Disnaker maupun pihak lain. “tolong jangan itu-itu lagi yang ditanyakan, coba browsing tentang PERMENAKER nomor 36/2016, pelajari dari situ, mudahka? Himbau pak Kadisnaker agak kesal.
Sementara Ita selaku pengelola dari kawasan Lippo Cikarang mengatakan permohonan maaf kepada pihak Disnaker atas ketidakseriusan pihak perusahaan yang ada di kawasan lippo cikarang selama ini, “semoga kedepan kami akan lebih proaktif menyikapi setiap instruksi dari pihak Pemda dalam hal ini Disnaker Kab. Bekasi”, lanjut Ita.
Sementara Aji Tarmuji, ST dari LPK Prima Buana Indonesia sekaligus ketua bidang LPK vokasi kab. Bekasi mengatakan, “semua unsur yang terkait harus komit dengan PERMENAKER no. 36/2016 ini, perusahaan bisa melakukan sendiri pelatihannya kalau sudah mempunyai Unit Pelatihan Kerja (UPK), kalau belum harus bekerja sama dengan LPK yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan dan lebih baik lagi yang sudah bersertifikasi ISO. Kami mengeluarkan sertifikat pelatihan setelah siswa mengikuti pelatihan yang 25%, dan bersama dengan perusahaan kami mengeluarkan juga sertifikat pemagangan bila siswa dinyatakan lulus.”, lanjut bang Aji, panggilan akrab yang juga Sekjend Ko-Wappi ini.
Pihak Kadin menjelaskan bahwa jangan menganggap adanya pemagangan ini sebagai hambatan, justru ini adalah peluang untuk solusi menghemat biaya perusahaan, pendampingan dari perusahaan untuk siswa magang dilakukan oleh orang dalam perusahaan yang dianggap ahli dibidangnya, PKL bukan bagian dari program pemagangan ini. “kami siap memberi pelatihan kepada perusahaan yang berniat melatih karyawannya bagaimana pendampingan aeharusnya” ujar ketua kadin. HDN

Step by step pemagangan by LPK Prima Buana Indonesia

Tim vokasi Kab. Bekasi monev di kawasan Lippo Cikarang.

IMG20170731144403

20 orang yang hadir pada acara monitor dan evaluasi tim vokasi kab. Bekasi terdiri dari unsur pemerintah daerah dalam hal ini Disnaker, kadisnaker dan 3 orang stafnya, ketua Apindo kab. Bekasi, ketua kadin kab. Bekasi, ketua bidang LPK vokasi kab. Bekasi dan perwakilan dari LPK (LPK PBI dan LPK AHM) dan beberapa perwakilan dari perusahaan yang ada di kawasan Lippo Cikarang. Hari Senin 31 Juli 2017.Acara monev diadakan dikantor pengelola kawasan Lippo Cikarang, di gedung easton lantai 3, kab. Cikarang.


Berawal dari acara Launching Pemagangan oleh Mentri Tenaga Kerja tanggal 26 April 2017 di Aula Pemda Kab. Bekasi. Pada acara itu telah dicanangkan bahwa dalam rangka mendukung dan merealisasikan Permennaker nomor : 36 tahun 2016, bahkan dihadiri oleh bupati kab. Bekasi, telah melepas 1000 calon siswa pemagangan lebih untuk mengikuti program tsb. Namun pada pelaksanaannya seolah tidak ada kelanjutannya,
Padahal seperti yang dikatakan Kadisnaker kab. Bekasi bahwa Kab. Bekasi merupakan salah satu daerah pilot project selain Kerawang untuk menjadi daerah pelaksana PERMENAKER no. 36/2016 ini. Selain iitu kita semua seperti memegang tanggung jawab amanah yang segera harus dilaksanakan dari pemerintah pusat.

“kemudian ini menjadi beban sosial, dimana seperti semua ketahui bahwa lulusan SMK/A tiap tahunnya jauh lebih besar dari daya tampung lowongan pekerjaan itu sendiri, nah bagaimana cara kita menanggulangi hal itu? disinilah perlunya kebersamaan dari semua unsur termasuk aerikat buruh, janganlah beranggapan bahwa program ini dilihat sebagai hal yang negatif, apalagi sampai mengatakan bahwa program ini seperri outshorsing terselubung”, lanjut pak Kadisnaker lagi.
“Harapan saya dalam 5 bulan ini semuanya sudah ter progres, dan program ini akan terus kita lakukan sepanjang PERMENAKER belum dicabut”, lanjut kadis yang dalam waktu dekat akan menikahkan putranya ini.


Sutomo selaku ketua Apindo Kab. Bekasi sekaligus penggagas acara monev ini mengatakan bahwa sangat simple sekali kalau perusahaan mau menjalan atau menggunakan siswa pemagangan, seperti yang dilakukan kawasan Ejip, mereka mengkolek siapa saja perusahaan yang berniat memanfaatkan tenaga siswa pemagangan ini, serahkan pada kami. Permasalahan trainingnya serahkan ke LPK. “LPK Prima Buana Indonesia yang sudah bersertifikat ISO 9001 misalnya”, sambung Sutomo.
Dari hasil monitor ini terlihat sebagian besar perusahaan yang hadir pada umumnya belum memahami visi dan misi dari program pemagangan ini.


Ulfa misalnya, belum melaksanakan program ini, “saya pikir dengan menggunakan siswa untuk PKL adalah bagian dari program ini”, ujar perwakilan dari PT. Mitra Tama ini. Begitu juga dengan perusahaan-perusahaan yang lain dengan nada yang sama menanyakan hal-hal yang sering kali diterangkan oleh pihak Disnaker maupun pihak lain. “tolong jangan itu-itu lagi yang ditanyakan, coba browsing tentang PERMENAKER nomor 36/2016, pelajari dari situ, mudahka? Himbau pak Kadisnaker agak kesal.

Sementara Ita selaku pengelola dari kawasan Lippo Cikarang mengatakan permohonan maaf kepada pihak Disnaker atas ketidakseriusan pihak perusahaan yang ada di kawasan lippo cikarang selama ini, “semoga kedepan kami akan lebih proaktif menyikapi setiap instruksi dari pihak Pemda dalam hal ini Disnaker Kab. Bekasi”, lanjut Ita.
Sementara Aji Tarmuji, ST dari LPK Prima Buana Indonesia sekaligus ketua bidang LPK vokasi kab. Bekasi mengatakan, “semua unsur yang terkait harus komit dengan PERMENAKER no. 36/2016 ini, perusahaan bisa melakukan sendiri pelatihannya kalau sudah mempunyai Unit Pelatihan Kerja (UPK), kalau belum harus bekerja sama dengan LPK yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan dan lebih baik lagi yang sudah bersertifikasi ISO. Kami mengeluarkan sertifikat pelatihan setelah siswa mengikuti pelatihan yang 25%, dan bersama dengan perusahaan kami mengeluarkan juga sertifikat pemagangan bila siswa dinyatakan lulus.”, lanjut bang Aji, panggilan akrab yang juga Sekjend Ko-Wappi ini.
Pihak Kadin menjelaskan bahwa jangan menganggap adanya pemagangan ini sebagai hambatan, justru ini adalah peluang untuk solusi menghemat biaya perusahaan, pendampingan dari perusahaan untuk siswa magang dilakukan oleh orang dalam perusahaan yang dianggap ahli dibidangnya, PKL bukan bagian dari program pemagangan ini. “kami siap memberi pelatihan kepada perusahaan yang berniat melatih karyawannya bagaimana pendampingan aeharusnya” ujar ketua kadin. HDN

KETUA APINDO KAB.BEKASI BAPAK SUTOMO, KETUA KAWASAN EJIP CIKARANG DAN DIREKTUR LPK PBI AJI TARMUJI ,MENGADAKAN MONITORING PEMAGANGAN BERSAMA PERUSAHAAN DI KAWASAN EJIP CIKARANG.

top

Lpk pbi news, Cikarang – Dalam rangka mendukung dan mengawal Peraturan Mentri Tenaga Kerja nomor 36 tahun 2016 Tentang Pemagangan system pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu antara lembaga pelatihan kerja dengan perusahaan dibawah pengawasan bimbingan langsun oleh instruktur atau oleh pekerja yang lebih berpengalaman dalam proses produksi barang dan jasa di perusahaan dalam rangka peningkatan kompetensi dan menguasai keterampilan tertentu dengan standar khusus , Pengelola kawasan EJIP Cikarang mengadakan rapat konsolidasi dengan perusahaan-perusahaan yang telah /atau akan menggunakan tenaga pemagangan ,  Tim vokasi kabupaten Bekasi, perwakilan dari APINDO dan Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Ketenagakerjaan Kab.Bekasi serta beberapa perwakilan dari Lembaga Pelatian Kerja yaitu dari LPK Prima Buana Indonesia dan LPK Anugrah Harapan Mitra.

20292916_1593490400685430_1320795269509298930_n

Rapat konsolidasi tersebut diselenggarakan pada hari jum’at tanggal 21 Juli 2017 bertempat di kantor pengelola kawaasan EJIP cikarang. Beberapa undangan yang hadir diantaranya adalah Bapak Sutomo dari APINDO, ketua kawasan EJIP Bpk Yosminaldi, Direktur LPK PBI Bang Aji Tarmuji .

Bpk Yosminaldi selaku ketua kawasan EJIP cikarang dalam membuka acara rapat tersebut melaporkan bahwa  sebanyak 15 perusahaan di kawasan EJIP telah menjalankan program pemagangan yang berjumlah 284 siswa pemagangan dan akan terus bertambah.

Bpk Sutomo,”saya bagian yang ngorak-ngorak tuh, biar anak-anak itu cepat tersalurkan ke perusahaan untuk segera magang, sampe saat ini , boro-boro..”. Pasca deklarasi pencanangan program pemagangan di aula pemda kabupaten Bekasi yang telah tergalang siswa pemagangan sebanyak 1000 calon pemagangan pada bulan mei 2017, tidak ada keseriusan dari pihak Disnaker Kab.Bekasi untuk menindak lanjuti. “lihat aja..ada ga perwakilan dari Disnaker yang hadir sekarang? Lanjutnya.

Aji Tarmuji,ST direktur LPK PBI menerangkan :”sejak pertama kami dari piak LPK mengusulkan bila mereka (peserta siswa dalam acara deklarasi) belum mateng alias masih mentah, serahkan ke LPK-LPK untuk dilatih K3, 5S/R, skill DLL, sebelum ditempatkan ke Perusahaan-perusahaan”.

Bpk Eman perwakilan dari PT.MECOINDO dengan nada kesal mengatakan bahwa pihak Disnaker tidak siap manakala pihaknya meminta data-data siswa pemagangan pada acara tsb, hanya dijanjikan terus padahal niat kami tulus membantu pemerintah dalam hal ini pihak disnaker kabupaten Bekasi.

20229268_1593490914018712_5314114118429996025_n

Dengan kata lain terkesan bahwa baik acara deklarasi maupun 1000 siswa yang didatangkan entah dari mana itu, hanya isapan jempol pemerintah daerah dalam hal ini  Disnaker Kab.Bekasi. untuk sekedar memeriahkan acara seremonialnya saja, tanpa ada tindak lanjutnya. HDN

 

5 Fakta soal Iklim dan Perekrutan Tenaga Kerja di Asia Tenggara

Liputan6.com, Jakarta – Ketika generasi orang tua kita dan orang tua mereka sebelumnya hidup di zaman yang keamanan kerja adalah prioritas nomor satu. Selain itu para pekerja diharapkan untuk mematuhi aturan tanpa bertanya, sekarang ini bukanlah zamannya lagi untuk hal tersebut.

039578800_1425265700-happy-with-more-work

Umat manusia di zaman lainnya tidak pernah mendapatkan akses informasi seperti yang kita miliki saat ini. Penyebaran media sosial dan konten digital membuat kita terus mendapatkan informasi akan perkembangan dan tren global terkini dalam satu langkah. Kita membuat para perekrut untuk mempunyai standar yang lebih tinggi sekarang, karena kita bisa.

Sebagaimana dijelaskan dalam Deloitte 2017 Global Human Capital Trends Report: Talent Acquisition, “Bagian tenaga kerja dan perekrutan menghadapi tekanan besar. Kekurangan jumlah tenaga kerja dan kemampuan ahli sedang menyebar luas.

Para pekerja menuntut adanya jenis karier dan model karier yang baru. Apalagi teknologi dan inovasi – termasuk kognitif, kepandaian buatan, kolaborasi sosial, kumpulan orang, dan sharing ekonomi – sedang membentuk kembali ketenagakerjaan”.

Yang menjadi masalahnya adalah fakta, para pekerja tidak hanya mengharapkan kompensasi finansial yang lebih baik saat ini. Mereka juga sedang mencari organisasi-organisasi dengan nilai-nilai yang sesuai, keseimbangan pekerjaan dan hidup, pekerjaan yang punya arti, otonomi kreatif, dan banyak lagi.

Akan tetapi bagaimana tepatnya hal ini mempengaruhi iklim perekrutan di Asia Tenggara? Berikut adalah 5 fakta yang Anda perlu tahu, seperti dikutip dari jobstreet, Jumat (30/6/2017):

1. Transformasi digital terus mengendalikan perekrutan

Mendukung kajian Deloitte di atas, The Star melaporkan “Transformasi digital di berbagai industri di Asia Tenggara akan terus mengendalikan perekrutan pada 2017”.

Laporan ini menyoroti rangkaian kemampuan yang paling banyak diminta yaitu “big data, komputasi awan, DevOps, analisa, perdagangan elektronik, keamanan cyber, dan teknologi keuangan atau financial technology (fintech)”.

Faktor-faktor yang berkontribusi untuk aktivitas perekrutan yang sehat di wilayah Asia Tenggara termasuk “pertumbuhan ekonomi yang kuat, kepercayaan bisnis yang meningkat, dan lebih banyaknya perusahaan internasional yang bergerak di wilayah tersebut”.

2. Kandidat pekerja selalu mencari ada kesempatan karier baru

Dalam suatu kajian terbaru dalam tren perekrutan di Asia tenggara oleh JobStreet.com dan JobsDB (Recruitment Trends in Southeast Asia by JobStreet.com and JobsDB), lebih dari 8.000 calon pekerjadari Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam diminta untuk membuat peringkat persetujuan dan ketidaksetujuan mereka akan pernyataan berikut: “Saya tidak punya rencana meninggalkan pekerjaan dan perusahaan saya saat ini di tahun yang akan datang”.

Mungkin tidaklah mengejutkan, semua kandidat dengan suara bulat setuju dengan pernyataan tersebut, sedangkan hampir semua responden menunjukkan minat yang besar untuk “secara aktif memonitor dan memindai bursa kerja” pada 2017.

Tenaga Kerja yang Paling Dicari

3. Prioritas perekrutan dari para perekrut

Dalam kajian yang sama oleh JobStreet.com dan JobsDB, hampir 3.000 perekrut dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam diminta untuk mengidentifikasi prioritas perekrutan pada 2017 dari sebuah daftar yang tersedia.

Di Indonesia dan Malaysia, mayoritas perekrut memilih “mengganti dan mengisi posisi penting” sebagai prioritas perekrutan nomor satu, dengan “memperluas dan mempekerjakan lebih banyak orang” untuk urutan kedua tertinggi.

Sementara mayoritas pekerja di Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam memilih “memperluas atau mempekerjakan lebih banyak orang” sebagai prioritas tertinggi mereka pada 2017. Kecuali Singapura, tiga negara lainnya dalam kelompok ini memilih “mengganti dan mengisi posisi penting” sebagai prioritas tertinggi kedua.

4. Tenaga kerja yang paling dicari oleh para perekrut

Ketika ditanyai posisi apa yang paling sulit untuk diisi, mayoritas perekrut di Indonesia, Malaysia, dan Filipina setuju supervisor dan spesialis adalah posisi tersulit untuk diisi, sedangkan perekrut dari Singapura dan Thailand menemukan posisi junior adalah posisi tersulit untuk diisi. Vietnam, di lain sisi, mempunyai kesulitan terbesar untuk merekrut manajer.

5. Para perekrut perlu untuk menciptakan sebuah brand ketenagakerjaan digital

Sebagaimana bagian Perolehan Tenaga Kerja (Talent Acquisition) dari Laporan Deloitte akan Tren Modal Manusia Global 2017 (Deloitte 2017 Global Human Capital Trends Report) tunjukkan, para perekrut perlu untuk:

“Menciptakan sebuah brand ketenagakerjaan digital: segala sesuatu yang sebuah organisasi lakukan dalam dunia yang terhubung secara sosial dan digital mempengaruhi keputusan kandidat untuk bekerja di sana. Pastikan Anda memonitor dan meluruskan pesan melalui situs-situs dan pengalaman-pengalaman

Hal ini membawa kita kembali kepada pesan di awal artikel ini kalau membuat para perekrut untuk mempunyai standar yang lebih tinggi sekarang, karena kita bisa.

Jika organisasi-organisasi ingin untuk menjaga daya saing dan efisiensi operasional mereka, mereka akan perlu untuk terus menyesuaikan dengan transformasi digital yang ada di sekitar kita.

Deloitte juga mengimbau para perekrut untuk “memperluas dan menambah saluran sumber ketenagakerjaan” dengan membuka saluran-saluran tenaga kerja untuk sumber non-tradisional, termasuk paruh-waktu, pekerja lepas, dan pekerja musiman.

Waktu terus berubah, dan para perekrut perlu untuk merangkul revolusi digital untuk tetap bersaing sebagai seorang perekrut, apalagi sebagai suatu bisnis. Akan tetapi, para pekerja dan kandidat pekerja sebaiknya tidak cepat merasa puas, terus menyesuaikan dengan peralatan teknologi dan tren terkini merupakan hal yang paling penting sekarang lebih dari sebelumnya.

Agustina Melani

Menaker: Temukan Cara Baru untuk Bekerja Lebih Baik

lpk pbi news – Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menyerukan kepada seluruh pegawai di Kementerian Ketenagakerjaan agar menjadikan spirit Ramadan dan Idul Fitri sebagai pendorong untuk bekerja lebih baik dan berprestasi untuk Indonesia.

009858600_1499075436-Menaker_Temukan_Cara_Baru

Dia mengingatkan sebagai aparat sipil negara, semua tugas adalah penting. Oleh karenanya tugas tak boleh dikerjakan sekadarnya atau biasa-biasa saja.

“Tugas harus dijalankan dengan penuh dedikasi dan integritas. Temukan cara-cara baru untuk bisa bekerja lebih baik. Buat terobosan agar pekerjaan lebih cepat dan makin dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” kata Menteri Hanif saat memberi sambutan pada acara halal bihalal di jajaran Kemnaker sekaligus menandai hari kerja perdana usai cuti lebaran, Senin, 3 Juli 2017.

“Kata orang bijak, if your desire is for good, the people will be good. Kehendak baik akan melahirkan hal baik”.

Menaker juga mengutip ungkapan yang mengatakan, jika ingin berjalan cepat, jalanlah sendiri. Jika ingin berjalan jauh, jalanlah bersama-sama.

Namun menurut Menaker, saat ini keadaan menuntut pemerintah untuk berjalan lebih cepat dan lebih jauh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, soliditas, sinergi dan inovasi menjadi kunci agar kita bisa berjalan lebih cepat dan sekaligus lebih jauh.

Acara halal bi halal diikuti seluruh pegawai di lingkungan Kemnaker dikemas seperti pasar rakyat. Halaman kantor dimeriahkan dengan kehadiran stan beraneka ragam jajanan tradisional. Usai saling bersalaman saling memaafkan, hadirin dapat dinikmati aneka sajian secara gratis. Seperti lontong sayur, soto Lamongan, mi kangkung, mi ayam, bakso, rujak, aneka gorengan, nasi goreng, wedang jahe, jenang, pisang rebus dan aneka jajan pasar lainnya.

admin